Konflik Internal, RSI Surakarta Akhirnya Tutup

Cerita begini. Kepengurusan Yayasan RSIS terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama bernaung di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis). Sedang kubu lainnya membuat patung lain bernama Yayasan Wakaf RSIS (YWRSIS).

Sesuai namanya, YWRSIS yang kebetulan terdiri dari para pengurus senior menghendaki agar RSIS tetap yayasan wakaf karena baik tanah maupun ruangan dan gedungnya adalah hasil wakaf dari para donatur.

Sedangkan Yarsis, yang terdiri dari generasi pewaris pendiri RSIS, menghendaki rumah sakit itu bukan lagi RS wakaf, karena mereka merasa rumah sakit itu warisan dari orang tuanya.

Maka, gugatannya dilayangkan YWRSIS ke Pengadilan Agama Sukoharjo. Di tingkat PA Sukoharjo, YWRSIS dimenangkan dan dinyatakan sebagai pengelola RSIS. Tetapi, di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jawa Tengah di Semarang membatalkan putusan PA Sukoharjo.

Nah, seperti lazimnya sebuah perkara perdata, persidangan akan sangat panjang dan melelahkan. Setelah Yarsis menang di PTA Semarang, bisa saja pihak yang dikalahkan, yakni YWRSIS, mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Berkepanjangannya konflik internal yang akhirnya berdampak buruk pada operasional RS. Setelah karyawan tak digaji penuh, belakangan mereka justru harus nganggur karena RSIS tutup dan tidak menerima pasien. (arn)

Related News

Comment (0)

Comment as: