•   Wednesday, 20 Oct, 2021
  • Contact

Pemilu di Jateng Diikuti Jin

BERDASARKAN pemberitaan, disebutkan bahwa perhitungan suara seluruh Jawa Tengan sudah selesai dengan kemenangan 01 sebesar 77,29 ?ri total suara sebesar 21.769.508 suara pemilih atau artinya petahana dipilih oleh 16.825.653 pemilih.
_______________________________________________
OLEH: IYAN NRY
_______________________________________________Petahana menyapu bersih kemenangan di seluruh Kota dan Kabupaten Jawa Tengah. Apakah kemenangan ini wajar? Bila meminjam analogi Mahfud MD, memang wajar 01 unggul di Jateng karena dari ‘dulu’nya hingga sekarang adalah daerah basis ‘Merah’.


Tetapi bila kita lakukan analisa data, apakah kemenangan 01 itu wajar? Mari kita telisik dengan analisa sebagai berikut ini.

Jumlah Penduduk Jateng 34,6 juta jiwa. Berdasarkan Data sensus jumlah penduduk yang memiliki hak pilih 67,2%, lebih rendah dibanding rata-rata nasional 69.5%. Artinya jumlah total pemilih Jawa Tengah paling banyak 23,2 juta orang !

Dari jumlah pemilik hak suara itu mari kita hitung berapa orang yang menggunakan hak suaranya berdasarkan pada tingkat partisipasi maksimal sebesar 70%. Maka jumlah pemilih berkisar di angka 16,2 juta. Angka ini masuk akal, karena pada Pilkada 2018 disebutkan ada 17,5 suara, ada 1,5 juta diantaranya suara ‘siluman’.

Eng ing eng... sekarang bandingkan angka 16,2 juta jumlah pemilih dengan angka 16.825.653 suara yg pilih 01 di atas. Itu saja sudah menunjukkan keanehan yang luar biasa.

Kalau pemilih (DPT) pengguna suara di Jateng disebut 26 juta orang, mending ga usah pemilu. Itu namanya TIPU ! Artinya di Jateng jutaan JIN ikut mencoblos!

PEMILU DI JATENG HARUS DIULANG. Kalau jadi diulang dan dilakukan dengan jujur maka jumlah suara sah tidak akan jauh dari angka 16 jutaan.

Hal yang sama juga terjadi di Jawa Timur.

Penduduk Jawa Timur berjumlah 39,5 juta. Jumlah DPT nya 31 juta atau 79,48%? Masuk akal ga? Jelas ini juga penggelembungan DPT!
DPT Jatim seharusnya maksimal 39.5 juta x 69.5% = 27.45 juta. Suara sah paling tinggi jika pemilu jujur sekitar 19.21 juta.

Artinya Pemilu Jatim terbukti sedari awal sudah curang. Sebagai pembanding

Pada Pilkada 2018, Kofifah peroleh suara 10.465.218 sementara Gus Ipul 9.076.014 suara. Total suara 19,5 juta

Matematik dan statistik tidak berbohong, yang berbohong hanya KPU dan pendukung PEMILU CURANG.

01 jadikan Jateng dan Jatim sebagai lumbung suara JIN sebagai buffer kekalahan di provinsi-provinsi lainnya. Itupun di hampir sebagian besar provinsi-provinsi sudah disiasati dengan penambahan suara rekayasa khas ‘salah input’. Tetapi Jateng dan Jatim memang sangat mencolok pencurian suaranya.

Adalah wajar bila di dua wilayah ini PEMILU CURANG harus dianulir dan diulang dengan PEMILU JUJUR dan ADIL. Karena tidak mungkin manusia menerima suara dati kelompok jin yang ikut mencoblos!

Related News

Comment (0)

Comment as: