•   Wednesday, 20 Feb, 2019
  • Contact

Nasib Nelayan Kenjeran Kini

Surabaya,- VOI -- Kondisi nelayan penangkap ikan dan perahu wisata di Pantai Kenjeran semakin miris, mata pencaharian mereka masih belum jelas dengan kondisi pasca difungsikannya jembatan besar yang menjadi jalan pintas di Kenjeran yang berdampak meluapnya lumpur basah di sekitar pantai.

Posisi nelayan yang mayoritas, harusnya sebagai pencari ikan disaat musim ikan dan beralih menjadi nelayan wisata bagi pengunjung pantai Kenjeran Lama disaat musim ikan telah lewat. “Mereka tak bisa mencari ikan dan menjalankan usaha perahu wisata dengan kondisi lumpur basah yang semakin tinggi dan menjalar sampai hampir mendekati bibir pantai,” kata Ketua Kelompok 600 Nelayan Kecamatan Bulak Warsito, Senin (1/10) .

Selain itu, banyaknya wisatawan yang penasaran datang untuk mengarungi laut dengan perahu yang mereka sewa, tak bisa digunakan. Karena perahu tak bisa masuk dan keluar dari banyaknya lumpur basah yang mengemuka dekat pantai.

“Jembatan Surabaya yang di Kenjeran itu sudah tidak difungsikan lagi, entah kenapa sudah tak digunakan lagi untuk kendaraan yang melintas,” jelas Warsito, saat cangkruk santai dengan LSM Saya Indonesia dan calon legislatif di Taman Kenjeran lama.

"Proses pembangunan jembatan tersebut menelan biaya Rp 270 miliar, dan dibangun, dermaga lama para nelayan dipotong. Dengan alasan menganggu proses pembangunan jembatan," tambah Warsito.

“Sia-sia jika jembatan megah dan menelan banyak beaya itu dinon-fungsikan karena alasan banyaknya kecelakaan dari trek-trekan atau balapan liar yang dilakukan warga sekitar Kenjeran,” tambah Warsito, didampingi Ketua Umum LSM Saya Indonesia, Eka Septia Dermawan.

Dalam diskusi saat cangkruaan tersebut, semua nelayan yang berkumpul disana berharap dermaga lama dapat difungsikan kembali supaya mereka bisa melakukan aktivitasnya kembali dalam kondisi apapun. Harapan ini dititipkan kepada calon legislatif DPRD Kota Surabaya Dapil 3 Nomer 6 Sri Wahyuningsih, SH yang asli Bulak dan Herry Cahya Putra, ST calon legislatif DPRD Kota Surabaya Dapil1 nomer 10 yang visi-misinya meningkatkan kesejakteraan UMKM dan PKL di wilayah kota Surabaya.

"Mohon bantuan bapak dan ibu calon legislatif mohon nanti bisa diperhatikan nasib kami ini, karena dengan situasi lumpur yang tebal perahu susah merapat ke demaga saat surut, jadi mohon pemerintah kota dapat memperbaiki dan menambah panjang dermaga lama hingga melewati jembatan lingkar Kenjeran agar kami bisa melaut kembali," ujar Warsito kepada 2 calon legislatif yang ikut hadir dalam pertemuan nelayan bersama LSM Saya Indonesia.

"Siap, insya allah kami akan membawa aspirasi ini dan menyampaikan kepada pemerintah Kota Surabaya dan insya allah terwujud," tegas Herry Cahya Putra, ST calon legislatif DPRD Kota Surabaya Dapil 1 Nomer 10 dan di Aamiin kan oleh Sri Wahyuningsih, SH calon legislatif DPRD Kota Surabaya Dapil 3 Nomer 6. (***)

Related News

Comment (0)

Comment as: