Reuni 212: Tanaman dan Kebersihan Saja Mereka Jaga, Apalagi NKRI


INI BUKTI, bukan janji. Ini fakta bukan dusta. Ini bukan isapan jempol. Ini realita. Ini kasat mata.

Itulah yang ditunjukkan jutaan --sekitar 7,5 juta-- para mujahid peserta *Reuni Bela Islam 212* Ahad hari ini di titik nol Ibukota RI kawasan Monas Jakarta.

Para mujahid, muslimin-muslimah --mungkin ada yang non muslim-- tua muda, remaja hingga anak-anak, sejak Sabtu malam sudah bergerak ke pusat acara Reuni yang berada di seputar pusat pemeritahan itu. Di seputar lokasi ada Istana Negara, Balaikota DKI Jaya, Mabes AD, Mako Kostrad Mahkamah Agung dan Kantor Menteri BUMN serta Kedubes AS.

Para mujahid dari berbagai daerah hingga catatan ini ditulis seusai Dhuha, terus mengalir datang. Kebanyakan menggunakan busana muslim dominasi warna putih dan membawa bendera Tauhid, memenuhi semua jalan. Dari jalan Merdeka Timur,  Barat,  Selatan dan Utara bahkan hingga jalan Thamrin depan Sarinah.

Pendek kata, pemandangan 'lautan manusia' ini lebih besar jumlahnya dibanding Reuni 212 tahun 2016/2017. MasyaAllah.....

Kendati jumlah peserta Reuni 212 2018 lebih besar, tapi semuanya istiqamah berakhlaqul karimah. Santun dan menjaga kebersihan.

Tak cuma menjaga keamanan, semua mujahid tak ada yang menginjak rumput dan merusak tanaman.  Begitu juga sampah dibuang pada tempatnya. Malah ada puluhan muslimah sambil membawa kantong plastik besar, siap menampug sampah. Subhanallahu

Melihat semua itu,  dalam hati saya berkata : *"Inilah ummat Islam Indonesia, rumput dan sampah pun dijaga. Apalagi NKRI."* *(fim)*

Related News

Comment (0)

Comment as: