•   Thursday, 20 Sep, 2018
  • Contact

Menunggu e-ZIS

Oleh: Joko Intarto

Bank Indonesia telah menerbitkan aturan tentang e-money. Perusahaan penerbit e-money pun bermunculan.  Menyusul aturan tersebut.  Sangat agresif.

Tidak hanya di modern market e-money bisa digunakan. Di warung kaki lima dan warung Tegal pun sudah mulai banyak yang memanfaatkan.

Di Tebet, makan di Warteg Warmo bisa bayar pakai e-money. Cukup dengan scan QR code Jak One, e-Money yang diterbitkan Bank DKI.

Kehadiran e-money sebagai alat bayar di warung kakilima memperpanjang daftar penggunaan yang sudah dikenal sebelumnya. Seperti bayar ojek online: Go Pay dan Grab Pay. Yang begitu massif promosinya itu. Atau T-Cash. Produk Telkomsel. Yang bisa digunakan untuk berbagai transaksi. Hampir seperti bank.

Semalam saya menerima kiriman video dari seorang teman. Mengabarkan bisa bayar belanjaan cakue dan martabak  lewat handphone saja. Benar-benar di pinggir jalan. Di gerobak dorong.

Revolusi cara transaksi dan pembayaran memang tengah terjadi. Uang cash lama-lama tidak banyak digunakan. Uang digital yang akan menggantikan.

Maraknya penggunakan e-money merupakan peluang tersendiri untuk lembaga zakat infak dan sedekah. Sudah saatnya lembaga amil itu bergerak ke pasar digital. Menawarkan program e-ZIS: zakat, infaq dan sedekah secara elektronik. Menggunakan uang digital. Transaksi dengan perangkat handphone.

Masjid di kota Kun Ming, Tiongkok, kata Pak Dahlan Iskan, sudah menggunakan kotak amal digital. Di atas kotak yang diedarkan dari jamaah ke jamaah itu, ditempel QR code. Jamaah yang ingin berinfaq cukup scan QR code itu dengan handphone-nya. Selanjutnya bisa membayar donasi sesuai keikhlasannya.

Kotak amal ini sangat aman. Tidak perlu digembok. Tidak perlu takut bakal dibawa kabur para pencuri. Kan tidak ada uang nyatanya? Bahkab kotak itu tidak memiliki lubang. Untuk memasukkan uang.

Empat bulan lalu, trend pembayaran dengan uang digital menggunakan aplikasi itu baru diberitakan marak di Tiongkok. Menggunakan WeChat dan AliPay. Sekarang, cerita itu sudah bisa ditemui di dalam negeri. Luar biasa cepatnya transformasi di bidang informasi. (jto)

Related News

Comment (0)

Comment as: