•   Wednesday, 20 Feb, 2019
  • Contact

No Rocky, No Party

KALIMAT itu menjadi luar biasa saat ini. Seorang Rocky Gerung menjadi fenomena karena kedalaman daya berpikirnya.

Rocky Gerung, pria Flamboyan yang selalu terlihat senyum pada lawan bicara. Seorang Rocky bisa membuat bencana bagi pihak yang di kritiknya. Rocky sudah men-sedahkan dirinya menjadi pengkritik penguasa. Siapapun penguasa itu, maka dia akan berada di seberang mereka. Tidak ada kata satu meja, atau satu kamar untuk sekedar berkaraoke.

Rocky mengatakan dirinya merupakan pengkritik kekuasaan. Menurutnya, ia akan mengkritik siapapun presiden yang memimpin RI. Rocky menyebut alasan itulah yang membuat dirinya kerap mengkiritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sikap dia tegas, cara dia berbicara lugas dan jelas. Seorang teman Rocky pernah membuat testimoni tentang dirinya.

"Sebagai kawan diskusi, Rocky sangat menantang kita untuk berpikir. Walau kadang terasa ucapannya nyelekit dan menyinggung lawan bicaranya, tetapi harus diakui dia punya begitu banyak literatur serta bahan bacaan. Kalau kita punya bacaan tanggung dan tidak mendalam, lebih baik menghindar dari berdiskusi serius dengannya. Berdasarkan pengalaman bertukar pikirannya dengan dia, diksi dan gaya bahasanya begitu kaya serta beragam yang sukar dicari tandingannya."

Orang seperti Rocky adalah orang yang banyak membaca, gak heran kalau dia bisa cepat memahami setiap permasalahan dan membawanya ke dalam bahasa yang ia punya. Dia seorang filsuf, saya yakin dia juga memahami ilmu psikologi. Dia bisa menebak kemana arah pembicaraan dan bisa menjelaskan apa maksud dari kejadian dan sikap penguasa terhadap suatu kasus.

Dan hebatnya, kita di buat mengerti dengan bahasa yang ia pakai. Gak jarang kita ikut mengangguk karena baru terpikirkan bahwa apa yang ia katakan itu benar.

Jangan ajak Rocky debat, karena ia sangat menyukai debat. Mempertahankan pendapat akan ia lakukan karena menganggap itu adalah benar. Dia akan berikan argumentasi mengapa pendapatnya benar dan membuat lawan terdiam atas ilustrasi yang ia gambarkan.

Masih menurut teman rocky, pernah Rocky berdebat saat mengikuti perkuliah-an, Dia gigih mempertahankan pendapatnya dan adu argumentasi dengan sang dosen yang mempunyai gelar Doktor. Lama-lama dosen itu jengkel atas sikap Rocky. Akhirnya dia nyeletuk:

"Please Rocky, yang doktor itu lu ape gue?"

Semua mahasiswa yang ada di perkuliahan itu tertawa, termasuk Rocky juga ikut tertawa walau ketawanya agak kecut.

Respect dengan manusia satu ini..

Perbendaharaan kata-katanya sangat banyak, gaya bahasa yang ia gunakan sangat tinggi. Pembawaan santai gak membuat apa yang keluar dari bibirnya bisa enak di nikmati ketika kita sendiri yang jadi bahan pembahasan. Merah telinga dan sakit hati, pasti akan kita rasakan.

Gianluca Pagliuca kiper inter Milan era masimo Moratti pernah berkata, "salah satu pemain yang tidak saya inginkan berhadapan dengan saya adalah Batigol (Gabriel Batistuta)."

Pagliuca paham kapasitas seorang Batigol, sangat berbahaya jika melepas Batigol berada di area pinalti dan berhadapan dengan dirinya, karena ia mempunyai keyakinan tidak akan sanggup menghentikan Batigol dengan tendangan geledek-nya.

Dan itu juga yang di rasakan oleh para narasumber2 dari petahana yang pernah berhadapan dengan Rocky. Pertemuan pertama mungkin mereka penasaran sejauh apa seorang Rocky itu. Mereka ingin menguji dengan adu argumentasi. Ketika sudah berhadapan, mereka mulai menyadari..betapa bahayanya seorang Rocky ketika berbicara dan membuat ilustrasi tentang permasalahan yang di bahas. Ia mampu membuat orang awam menjadi paham. Permasalahan sulit akan di buatnya mudah untuk di mengerti ketika ia keluarkan kisi-kisi.

Membantah Rocky, maka kau akan jadi bahan bully karena segala perkataan dirimu akan berbalik sendiri pada tuannya. Selanjutnya mereka akan berpikir, bahwa esok..mungkin seorang Rocky akan mereka hindari dengan berbagai alasan.

"Beradu dengan Rocky dan sepanggung dengan dirinya itu...pedih kadal"

Akbar Faisal, Ali Ngabalin, kapitra Ampera, Irma 'subangun', Adian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko mungkin terlalu hebat saat berada di kubu Jokowi. Namun mereka akan mati kutu di hadapan seorang Rocky. Mereka sudah merasakannya, dan akan berpikir ulang ketika ada undangan satu panggung bersama Rocky.

Fenomena seorang Rocky memang luar biasa, di Medan baru-baru ini di buat PETJAHH oleh kehadiran Rocky. Ribuan orang datang sekedar melihat bagaimana seorang Rocky kala bicara. Tempat duduk terbatas gak membuat mereka lelah untuk terus berdiri hingga acara selesai. Saat pulang pun mereka masih berjejer menunggu Rocky keluar Dr ruangan acara.

Capres nya Prabowo-Sandi, namun penyambutan untuk seorang Rocky memperlihatkan seolah Rocky lah yang menjadi kandidat pemimpin negeri ini.

PRESIDEN AKAL SEHAT, itu sebutan untuk dirinya.

Hari ini Rocky hadir di acara Deklarasi alumni universitas seluruh Indonesia untuk Prabowo sandi. Rocky membuka sebuah rahasia mengapa ia hanya kritik penguasa.

"Setiap kali saya dikritik, kenapa Rocky Gerung hanya mau bicara di forum Prabowo-Sandi? Saya bilang karena saya mau kritik kekuasaan. Kenapa enggak bicara di kami? Sama, undang saja ke markas Pak Jokowi dan saya akan kritik Jokowi dan saya akan kritik kekuasaan juga. Jadi saya nggak akan berubah, dia pikir kalau saya di situ saya akan kritik Prabowo, ya nggak," sebutnya sambil tersenyum.

Dia akan tetap berdiri di seberang penguasa, karena tugas dia adalah oposisi sejati yang akan hadirkan kejutan pada siapapun pemimpin negeri ini.

Ia menjamin akan mengkritik Prabowo 12 menit setelah dilantik menjadi presiden nantinya.

"Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini," kata Rocky di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII

Dia sudah bersikap, bahwa dia akan tetap berada di seberang penguasa. Dan itulah yang menarik dari dirinya.

Rocky namanya, Gerung nama marga minahasa-nya.

No Rocky, Absolutely No Party.

Related News

Comment (0)

Comment as: