Prabowo Pilih UAS, Jokowi Beralih ke KH Ma'ruf Amien

JAKARTA, VOI-- Cawapres yang akan mendampingi Capres Prabowo Subianto semakin jelas. Meskipun belum ada pengumuman resmi, Prabowo setelah pertemuan  dengan  SBY kemudian disusul  dengan para petinggi PKS memutuskan memiliki Ustad Abdul  Shomad (UAS) sebagai cawapresnya.

Ijtima ulama memang merekomendasikan UAS dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, namun pilihan terhadap UAS adalah jalan tengah terbaik. Dengan memilih UAS, Prabowo tidak menyinggung PKS maupun PAN. Bahkan, SBY pun dipastikan akan menerima pilihan itu karena sejak awal penjajahan koalisi dengan Partai Gerindra, SBY sudah menegaskan bahwa kolaisi yang digalangnya tanpa syarat cawapres.

Mengapa PKS bisa menerimanya? Karena, Salim Saleh Aljufri kepada wartawan juga menegaskan tidak masalah jika Prabowo memilih UAS sebagai cawapresnya. Salim bahkan mengatakan ketimbang dirinya, Abdul Somad lebih cocok maju di Pilpres bersama Prabowo Subianto.

"Jadi kalau pilihan bukan di saya, di Ustaz Abdul Somad. Ustaz orang yang bagus, artinya layaklah untuk menjadi pendamping Prabowo. Siap ya, kita siap. Tapi kalau pilihannya jatuh ke Ustaz, ya itu saya pikir cukup bagus," ujar Salim di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (30/7 2018).

Salim juga memberikan komentar soal fotonya dengan Prabowo yang diunggah di akun instagram milik Abdul Somad. Ia menilai, hal tersebut justru menunjukkan pribadi Abdul Somad yang tawadhu atau tidak sombong dan rendah hati. "Itulah bentuk tawadhu dia, padahal dia orangnya menurut saya berakhlak, cukup populer. Kalau dipilih peluangnya cukup besar. Jadi memang tawadhu sekali dia," ucap Salim.

Salim juga memuji Abdul Somad sebagai tokoh yang dikenal masyarakat luas. Bahkan, menurutnya, Abdul Somad berpeluang besar memenangkan Pilpres 2019 jika maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.

"Menurut saya Ustaz Abdul Somad layak ya karena sangat populer, akhlak, dan bangsa ini mestinya bangga dengan orang seperti Abdul Somad ini. Mudah-mudahan dengan dia peluangnya besar," ujarnya.

Sementara, kubu petahana Jokowi sampai berita ini ditulis belum mengumumkan cawapresnya. Beberapa kali petinggi PDIP meminta agar Prabowo Subianto mengumumkan lebih dulu cawapresnya.

Meski beberapa waktu lalu, sumber di PDIP menegaskan bahwa pilihan cawapres sudah jatuh ke Prof Nasaruddin Umar, namun setelah melihat perkembangan peta politik, Jokowi akan mengalihkan pilihannya.

Apalagi setelah kabar terbaru menyebutkan bahwa UAS hampir bisa dipastikan bakal menjadi cawapres Jokowi, keinginan mengalihkan pilihan cawapres dari pihak Jokowi pun semakin kuat.

Dengan berbagai pertimbangan, Jokowi akan memilih KH Ma'ruf Amien sebagai cawapres menggantikan posisi Nasaruddin Umar. Salah satu pertimbangannya, Kiai Ma'ruf bersih dari sandera kasus pidana apapun, sedangkan Nasarudin Umar pernah diduga terlibat dalam korupsi pengadaan Alquran. Tapi, kita tunggu pengumuman resmi karena deadline pendaftaran capres - cawapres semakin dekat. (arn)

 

 

Related News

Comment (0)

Comment as: